Blog Informasi Apa Aja

27 September 2016

Adat Toraja Ada Rambu Solo dan Ritual Ma’nene

Ketika berbicara mengenai Toraja, sudahkah Anda mengenal dengan baik adat Toraja? Rambu Solo merupakan upacara adat kematian yang dilakukan oleh masyarakat Toraja untuk menghormati serta menghantarkan arwah orang yang telah meninggal dunia untuk menuju alam roh, yakni kembali pada keabadian bersama leluruh mereka di tempat peristirahatan. Upacara adat kematian ini sering juga disebut sebagai upacara penyempurnaan kematian karena siapapun yang meninggal baru dinilai benar-benar telah meninggal sebagai orang lemah atau sakit, sehingga beliau tetap diperlakukan sebagaimana orang yang masih hidup, yakni dengan dibaringkan di atas tempat tidur lalu diberi hidangan minuman dan makanan bahkan diajak berbicara. 

Adat Toraja Ada Rambu Solo dan Ritual Ma’nene
credit : majalahberita855.com

Upacara Rambu Solo
Puncak dari upacara Rambu Solo diselenggarakan tempat di sebuah lapangan khusus. Dari adat toraja yang dilestarikan oleh masyarakat Toraja, upacara ini dilakukan dengan melaksanakan berbagai ritual seperti prosesi pembungkusan jenazah, pemberian ornament dari benang perak dan benang emas di peti jenazah, hingga penurunan jenazah ke lumbung dengan tujuan untuk disemayamkan serta prosesi pengusungan jenazah menuju tempat peristirahatan terakhirnya. 

Atraksi Budaya
Adat Toraja yang membahas mengenai Rambu Solo tidak serta merta selalu mengenai upacara pemakaman saja karena ada juga atraksi budaya yang dilakukan oleh masyarakatnya. Atraksi tersebut meliputi adu kerbau dimana kerbau yang dikorbankan akan diadu terlebih dahulu baru kemudian disembelih maupun adu kaki. Tidak jarang juga dilakukan pementasan musik dan tarian khas Toraja.

Kerbau
Adapun kerbau yang akan disembelih pada upacara adat Toraja ini dilakukan dengan cara ditebas lehernya dengan satu kali tebasan saja, cara ini menjadi ciri khas dari masyarakat Toraja. Kerbau yang hendak disembelih bukan kerbau biasa melainkan kerbau bule Tedong Bonga yang satu ekornya dijual sekitar 10-50 juta-an.

Ritual Ma’nene

Selain adat Toraja Rambu Solo, ada juga ritual unik dalam prosesi pemakaman yakni ritual Ma’nene yang merupakan sebuah ritual untuk mengenang para leluhur, saudara maupun handai taulan yang telah tiada. Ma’nene merupakan mayat yang sudah diawetkan, dan bagi masyarakat setempat, kematian merupakan sesuatu hal yang disakralkan dan bagi mereka kematian wajib dihormati, mereka yang telah mati biasanya ditempatkan di dalam gua dan selama bertahun-tahun lamanya didiamkan saja di dalam sana. Dan bagi masyarakat Baruppu, ritual ini juga diartikan sebagai perekat kekerabatan antar keluarga, bahkan hal ini menjadi adat yang tidak tertulis dan selalu dipatuhi oleh tiap warganya. Kabarnya, ketika salah satu orang dari pasangan meninggal, maka pasangan yang telah ditinggalkan tidak boleh kawin lagi sebelum mengadakan ritual Ma’nene, karena dinilai masih sah suami istri dengan yang sudah meninggal dan setelah melakukan ritual Ma’nene baru bisa dikatakan sebagai single yang bisa kawin lagi. Ritual ini dilaksakan tiap tahun sekali dan menjadi ciri khas dari adat Toraja, warisan leluhur yang sampai sekarang masih dijaga dan dilestarikan. 

Masyarakat Toraja menganut adat atau kepercayaan dan aturan dan ritual tradisional yang sangat ketat yang mana telah ditentukan sebelumnya oleh nenek moyangnya, kita harus selalu menghormati dan menghargai adat istiadat tersebut, karena meskipun sekarang banyak masyarakat Toraja yang beragama Protestan dan Katolik, masih banyak yang tetap memegang teguh adat dan tradisi dari leluhurnya dan terlepas dari keyakinan adat Toraja mengenai prosesi dan ritual pemakaman. Toraja memiliki banyak sekali peninggalan sejarah dan warisan adat yang sangat unik yang bisa kita gali lebih dalam ketika kita memiliki kesempatan untuk melakukannya.

Adat Toraja Ada Rambu Solo dan Ritual Ma’nene Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 komentar: